Monday, April 22, 2019

Kisah Seram Cerita Rakyat dari Tapanuli Selatan ' Erda Sikidik-Kidik'

ilustrasi/oz.fandom.om

Waktu aku kecil, pada masa itu aku sangat ingat dengan betul. Ibuku sering sekali menceritakan seputar kisah horor dikampungku di Tapanuli Selatan. 'Herda sikidik-kidik', hewan jadi-jadian yang bisa berubah wujud jadi manusia.  Dan dia suka daging manusia.


Jadi ceritanya begini.

Pada zaman dahulu kala, ada sebuah keluarga yang tinggal dihutan.  Bayangkan saja di sana tidak ada listrik, tidak ada penduduk, yang ada hanya ancaman hewan liar dan gelap yang sangat mengerikan.
Alasan keluarga itu tinggal di sana karena mereka memiliki kebun sayuran yang harus diolah. Sang Ayah akan turun ke pemukiman jika saat panen sudah tiba.

Keluarga itu hanya bergantung pada matahari untuk melihat waktu. Jika senja sudah mulai tiba itu pertanda mereka harus segera masuk dan mengurung diri di dalam rumah.
Keluarga itu terdiri dari Ayah, Ibu, Kakak dan juga Adik. Selama ini hidup mereka selalu bahagia meskipun hanya tinggal berempat saja dihutan.
.
.
Namun pada suatu malam, nasib malang menimpa mereka.  Sang Ayah meninggal dunia karena diserang penyakit.

Sang Ibu membaringkan mayat ayah diruang tengah, rumah mereka hanya berupa gubuk kecil yang terbuat dari papan dan pada malam hari mereka meneranginya dengan lampu dari minyak tanah.
"Hikkks.. Hikss.. Ayah.. Jangan tinggalkan kami. Hikkk",  Ibu, Kakak, maupun Adik menangis sekuat-kuatnya.

Tentu saja ditengah hutan apalagi dimalam hari mereka harus menjalankan aturan yang tidak boleh dilanggar. Aturan yang harusnya dijalankan, yaitu dilarang bersuara dan dilarang menyalakan lampu.  Sebab hal itu bisa menarik perhatian tamu tak diundang alias pendatang haram. Karena mereka melanggar aturan itu, terciumlah suara dan lampu yang menarik perhatian itu oleh sebuah makhluk jadi - jadian berupa kerinci atau yang disebut dengan 'herda sikidik-kidik'.

Sesuai namanya herda berarti godaan, sikidik-kidik berarti digelitik. Dari namanya makhluk jadi-jadian ini menyerang mangsanya dengan cara menggelitiknya.
Dan yang lebih mengerikan makhluk berupa hewan ini bisa berubah wujud menjadi manusia namun ekornya tetap ada layaknya gumiho.
Diapun mendapati rumah keluarga petani yang kemalangan itu.
"tok.. Tok.. ",  suara pintu.

1x belum ada yang mendengar.

" tok.. tok.. ",  suara pintu.

2x sang kakak merasa ada yang mengetuk.

" tok.. Tok.. Tok.. " suara pintu digedor.
3x kini keluarga petani itu mendengar suara ketukan dari luar dan ini sudah sangat larut.

Mereka benar-benar takut tamu seperti apa yang datang malam-malam begini ditengah hutan.
" Aku mendengar suara tangisan,  kalian baik-baik saja?",  tanya orang itu dari luar.
" Suamiku meninggal",  jawab sang Ibu dari dalam.
"Aku turut bersedih, bolehkah aku melayat? ", tanya orang diluar.

Sebenarnya ibu ragu karena mendiang ayah pernah berpesan agar tidak membuka pintu pada malam hari siapapun yang datang. Saat ibu hendak bergerak, sang kakak menahan tangan ibu kemudian menggelengkan kepala agar ibu tidak membukakan pintu.
Tapi ibu menatap dengan tatapan memohon apa salahnya jika ada tamu yang ingin melayat jasad suaminya. Niat tamu itu sangat tulus.

Sang kakak menatap ibu penuh dengan ketakutan karena tidak ingin bertemu dengan tamu misterius itu kakak pergi ke dapur.

"Cekrek"

Ibu membuka pintu dan dia melihat seorang wanita paruh baya berpakaian sopan berdiri didepan pintu.
Ibu mempersilahkannya masuk. 
Wanita itu menangis sejadi-jadinya "Malangnya nasibmu, hiksss", ucap wanita itu sambil memeluk jasad sang suami dengan erat.
Ibu dan adik cukup terkejut dibuatnya hingga mereka menyadari jika wanita itu memakan wajah ayah.
"Hey!.. Apa yang kau lakukan pada suamiku??! ", berontak sang Ibu mendorong wanita itu.

Hihihihihi....

Wanita itu tertawa dengan jelek, kepalanya berubah jadi bertanduk, giginya bertaring dan kukunya sangat panjang.
"Herda sikidik-kidik"


Ibu memeluk sang adik karena ketakutan dan tekejut bukan main tamatlah kedua riwayat mereka semua dibuat herda sikidik-kidik pemakan manusia.
Dan lansung saja herda sikidik-kidik menggelitik keduanya dengan tujuan jika mereka sudah tertawa sampai lemas dia akan memakannya.

Herda...  Herda... Herda sikidik-kidik
Herda...  Herda... Herda sikidik-kidik 
Herda...  Herda... Herda sikidik-kidik 

begitulah nyanyiannya sambil menggeliti si ibu dan si adik dengaan kedua jari-jarinya yang kurus dan kuku yang panjang. Sang Ibu dan si adik sudah tertawa terbahak-bahak karena gelitikan itu bahkan mereka seolah memohon agar dihentikan.
Ingin minta tolong pun suara tidak bisa karena sudah lemas.
.
.
Sedangkan sang kakak yang sedari awal sudah menaruh curiga dengan tamu haram itu, mengambil korek api di dapur dan keluar melalui pintu belakang.
Dia ingat sekali waktu mendiang ayahnya pernah bercerita mengenai herda sikidik-kidik pemakan manusia.Carilah lobang disekitar rumah maka dia akan menyembunyikan ekornya disana.


Ditengah malam dengan sedikit cahaya rembulan yang redup kakak keluar turun dari rumah dan menyalakan korek apinya. Dicarinya disekitar papan gubuk yang berlobang dan dia sangat terkejut melihat ekor hitam yang melumbai-lumbai.

Ternyata benar, tamu haram yang mendatangi mereka adalah herda sikidik-kidik, kakak langsung menyalakan sebatang korek api lagi dan membakar ekor Herda sikidik-kidik.


AAAAA...

Begitulah cara membunuh herda sikidik-kidik.

Terdengar suara teriakan dari dalam rumah, saat kakak masuk mendobrak pintu depan yang tidak terkunci dia melihat jasad hewan herda sikidik-kidik dan juga ibu dan adiknya yang sudah terbaring lemas.


Karena tidak ingin ada tamu haram susulan kakak dengan cepat membuang mayat herda sikidik-kidik dari belakang rumah.
Menutup semua pintu maupun jendela dengan rapat, mematikan lampu dan menahan diri agar tidak berkata apapun demi keselamatan mereka semua..
.
.
Keesokan harinya saat mentari sudah terbit. Merekapun segera bergegas agar bisa keluar dari hutan.  Mereka membawa jasad sang ayah agar dimakamkan di kampung asal mereka.
Dan tidak akan tinggal ditengah hutan lagu semenjak kejadian horor yang menimpa mereka.

Tamat

Jadi pada masa itu kami sangat takut untuk keluar malam.  Takut herda Sikidik-Kidik akan datang.
Cerita ini juga memiliki beberapa versi. Nanti aku akan cerita lagi ya.

2 comments:

  1. memang ada kok makhluk yg bisa menyamar jadi manusia dan bagaimana caranya dia bisa makan manusia. jenis siluman cuma kalau yg ini saya gak tau hanya makhluk dalam cerita karangan atau asli. soalnya di hutan itu begitu banyak ragam makhluk yg tinggal disana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini cerita rakyat di kampung saya mbak.

      ini cuma mitos sebenarnya tapi tujuannya sih agar anak2 enggak keluar malam2 itu aja dan enggak terlalu percaya sama orang asing.

      ehehe

      Delete

SI MANTAN YANG AKU SAYANG UDAH NIKAH, EH CINTAKU MALAH DITOLAK GEBETAN

Nyesekkk bangett... tahu enggak sih Mantan aku yang pergi ninggalin disaat masih sayang-sayangnya eh malah balik... dan ngajakin aku buat ...